Pengemudi taxi di Spanyol gelar aksi mogok

Pengemudi taxi di Spanyol gelar aksi mogok

Madrid (ANTARA News) – Pengemudi taksi di Madrid memulai melakulan pemogokan tak terbatas pada hari Senin pagi hari ini untuk menyerukan peraturan yang lebih ketat terhadap layanan kendaraan berbasis online seperti Uber dan Cabify, yang beroperasi di bawah lisensi kendaraan sewaan sopir yang dikenal di Spanyol sebagai VTC.

Para supir taxi di Madrid bergabung dengan supir taksi di Barcelona, yang telah melakukan pemogokan sejak Jumat dan terus memblokir bulevar Gran V?a pusat. Pemogokan telah menyebar ke kota-kota Catalan lainnya termasuk Mataro, Sabadell dan Terrassa.?

Perwakilan taksi mengatakan 100{753d229e613a6dc75f5270921ed77b9bab66da130307b9e4acd78a294cf4e97e} pengemudi di Madrid mogok, menurut Europa Press. Protes itu dilakukan menjelang digelarnya Pameran Pariwisata Internasional (Fitur), yang berlangsung dari 23 hingga 27 Januari mendatang dimana Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam pameran pariwisata terbesar di Spanyol.

Menurut koran terkemuka di Spanyol El Pras dalam laporan Senin menyebutkan lebih dari 26.000 pengemudi taksi berhenti bekerja di Madrid dan Barcelona, membuat 15.723 kendaraan berlisensi untuk beroperasi di kota-kota terhenti. Sekitar 100 taksi khusus yang disesuaikan untuk penumpang cacat akan tersedia untuk pelanggan yang membutuhkan perawatan dialisis, tes onkologi atau yang memiliki mobilitas berkurang.

Disebutkan Federasi Taksi Spanyol (Fedetaxi) telah memperingatkan akan ada lebih banyak protes di kota-kota lain yang akan datang.

Sementara itu di Madrid, perdana menteri regional ?ngel Garrido telah menawarkan reformasi hukum tegas “dalam membela hak-hak” sektor ini tetapi pengemudi taksi berpendapat bahwa pihak berwenang lainnya “harus menanggapi tuntutan mereka.” Alun-alun pusat Madrid, landmark wisata populer Puerta del Sol.

Tahun lalu, sebagai tanggapan atas meluasnya protes di seluruh negeri, Kementerian Pekerjaan Umum menyetujui keputusan hukum yang memberi wewenang kepada pemerintah daerah dan daerah untuk memutuskan berapa banyak lisensi VTC yang dikeluarkan dalam batas kota. Ini berarti bahwa rasio saat ini dari satu lisensi VTC untuk setiap 30 lisensi taksi dapat dikurangi secara drastis, atau bahkan dihilangkan sama sekali di beberapa kota.

Aturan baru memberi bisnis ini periode empat tahun untuk tetap beroperasi, setelah itu lisensi mereka saat ini – yang berlaku di seluruh wilayah Spanyol – akan dikenakan pembatalan oleh otoritas lokal atas kebijakan yang terakhir. Tetapi pengemudi taksi menginginkan otoritas lokal untuk memperkenalkan pembatasan baru pada bisnis VTC sebelum batas waktu ini.

Sementara itu, Uber dan Cabify, telah memperingatkan mereka akan naik banding ke Mahkamah Agung jika pemerintah daerah atau daerah berusaha membatasi operasi taxi berbasis online. 

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Category